Tampilkan postingan dengan label kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kampus. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Agustus 2020

Definisi Epidemiologi dan Perbedaan epidemi, endemi, pandemi

Definisi epidemiologi: Studi distribusi dan determinan tentang kesehatan dalam populasi tertentu untuk diterapkan dan mengkontrol dan menyelesaikan masalah kesehatan. Sehingga tujuan epidemiologi ialah untuk mengetahui penyakit, perencanaan dan penanggulangan penyakit secara efektif dan efisien. Sedangkan menurut Lilienfeld dalam buku Timmreck (2004) tujuan epidemiologi :

a.    Menjelaskan etiologi (studi tentang penyebab penyakit) satu penyakit atau sekolompok penyakit, kondisi, gangguan, defek, ketidakmampuan, sindrom, atau kematian melalui analisis terhadap data medis dan epidemiologi dengan menggunakan manajemen informasi sekaligus informasi yang berasal dari setiap bidang atau disiplin ilmu yang tepat, termasuk ilmu sosial/perilaku.

b.  Menentukan apakah data epidemiologi yang ada memang konsisten dengan hipotesis yang diajukan dan dengan pengetahuan, ilmu perilaku, dan ilmu biomedis yang terbaru.

c.   Memberikan dasar bagi pengembangan langkah-langkah pengendalian dan prosedur pencegahan bagi kelompok dan populasi yang berisiko, dan untuk pengembangan langkah-langkah dan kegiatan kesehatan masyarakat yang diperlukan; yang semuanya itu akan digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan langkah-langkah, kegiatan, dan program intervensi.


Epidemi

Endemi

Pandemi

Suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan (penyakit) yang ditemukan pada suatu daerah tertentu dalam waktu yang singkat berada dalam frekuensi yang meningkat

Suatu keadaan diama suatu masalah kesehatan (penyakit) frekuensinya pada suatu wilayah tertentu menetap dalam waktu yang lama.

Suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan (penyakit) frekuensinya dalam waktu yang singkat memperlihatkan peningkatan yang amat tinggi serta penyebarannya telah mencakup suatu wilayah yang amat luas



Tulisan dibuat untuk memenuhi tugas Ujian Tengah Semester Manajemen Epidemiologi. 
P.S Ini dibuat tahun 2019 sebelum virus corona terkenal

Jumat, 22 Juni 2012

West Java, Here I come!!!


Segala pernak pernik tes udah disiapin, mental tes udah siap, mental gagal lulus tes udah siap, ekspresi kebahagian juga udah siap. Here I go!!! 11 Juni 2011 Senin pagi pukul 08.00 berangkat dari rumah menuju bandara. Setelah pelenga-pelongo kece di bandara syamsudinnoor, teman jenius aku si dije datang diantar kedua orangtuanya. Miris kalau ingat nasib sendiri yang ke bandara cuman diantar acil supir terus abah juga masih opname di RS dan waktu itu mama masih kecapean pulang  ngejagain  abah, untung waktu berangkat sempat bisa say goodbye lewat telpon J.  Tak berselang lama yang lain juga udah datang yipppeee! pukul 10.45 take off menuju Jakarta dari Banjarmasin. Alhamdulillah sampai dengan selamat di bandara soekarno-hatta walaupun sempat ngerasain turbulensi dan telinga pekik.

Perjalanan menuju bandung ditempuh dengan mobil travel. Ongkosnya lumayan ringan (650rb dibagi 8 orang) terus yang nyetir juga mas-mas ganteng jadi mata aku segerr terus deh hehehehe… Emang tidak butuh waktu lama dari Jakarta ke bandung berkat jalan tol, sampai di pintu keluar tol pasteur masih bingung sama alamat penginapan yang baru, mas yang nyetir juga nggak terlalu hapal jalanan bandung alhasil setelah tanya sini tanya sana, buka google map, liat GPS, plus kesotoy-an tingkat dewa akhirnya kami sampai di penginapan yang ternyata itu adalah kost-kostan. Kostannya tidak jauh dari jalan raya, cuman jalan kaki sekitar 100 m ke luar gang hihii..

Besok paginya karena kecapean teman-teman ga ada yang mau jalan-jalan. Alhasil aku berhasil membujuk wenny dan yanti untuk sedikit berkeliling bandung khhihi.. Rabu pagi kita semua sepakat buat  test track angkot ke kampus UNPAD dipatiukur, ternyata ga sampai 30 menit dari pasirkaliki depan RSHS asalkan ga macet. Pulangnya mampir ke PVJ, karena angkot cicaheum-ciroyom tidak lewat PVJ maka atas saran supir angkot kami memutuskan jalan kaki, dan ternyata oh ternyta itu jalanan naikkan 600 m. tarrraa!!! PVJ masih tutup, crap! Celingak-celinguk sampai akhirnya buka. Harga pakaian disini mahalnya selangit! Gilak!! kalau ga sanggup nahan air liur netes lebih baik ga usah masuk ke tokonya. Cukup lelah seharian berkeliling dan menghamburkan uang kami kembali ke kost.

Kamis dan Jumat kami habiskan untuk belajar persiapan tes. Hari H pun datang, pagi-pagi sekali mandi walaupun airnya kayak es dan siap-siap pergi ke UNPAD. Disana udah banyak orang, dari aceh, Makassar, kaltim, cimahi, Jakarta, dll. Tes sesi pertama tes TPA yang soalnya sejibun dan memusingkan sekali dimana ada menghitung, memutar gambar, menebak gambar, membaca, logika. Tes sesi kedua tes kemampuan berbahasa inggris dimana soal listeningnya itu berpadu dengan volume tape yang storring. Lanjut sesi ketiga yaitu tes wawancara, saat itu aku di wawancara sama ketua Program Studi Apoteker Bapak Sohadi. Beliau banyak bercerita tentang farmasi di UNPAD dan bertanya tentang perkembangan kurikulum S1 Farmasi di UNLAM. Dari jam 8 pagi sampai jam 6 sore buat tes, rasanya badan udah bau dan dekil banget!
Sambil menunggu pengumuman di tanggal 21 Juni 2012, kami merencanakan keliling bandung dengn angkot. Dan akhirnya kami berhasil ke lembang untuk melihat, memetik stowberry dengan ongkos 6rb, sayang kami tidak melanjutkan ke gunung tangkuban perahu karena pengen ke Pasar Baru di jalan otto iskandar dan lagi-lagi naik angkot khehe… malamnya ke PVJ lagi nemenin ichuy yang mau beli jaket kulit. Besoknya ke Dago, keluar masuk FO tanpa tujuan yang jelas mau beli apa terus ke Jalan Braga yang konon tempat sewa dan jual tanah termahal di Bandung. Ke ITB buat ngasih formulir pendaftaran Apoteker. Ke Stasiun kereta bandung ngecek tiket ke Jogja.

Dan… Jeng Jeng Jeng!!!! Hari pengumuman..
Pagi jam 10 nelpon pihak UNPAD, katanya datanya belum diinput. Setiap 5 menit sekali ngerefresh situs pengumumuan. Perasaan udah random banget; penasaran, takut, excited, anxious! Dan tiba-tiba di timeline pihak unpad ngetweet “ Hasil Ujian Pascasarjana dan Profesi sudah dapat dilihat ……” Perasaan aku makin tak terdefinisi.. dan hasilnya LULUS!!! Alhamdullilah, akhirnya dapat melanjutkan kuliah profesi Apoteker di Universitas Padjajaran setelah 4 tahun kuliah S1 farmasi.. J Terima kasih abah dan mama yang tetap selalu mendukung walaupun seringkali aku mengecewakan mu!



Senin, 27 Juni 2011

KKN dan KKN

Hei blog,

Sdh selesai UAS dari hari rabu 22 Juni kemarin, disusul pembekalan KKN (Kuliah Kerja Nyata) 2 hari berikutnya. Walaupun pembekalan KKN sedikit membosankan namun asik juga ketemu dengan satu angkatan 2008 MIPA ditambah anak FISIP. Sebenarnya dari bulan kemarin sudah penasaran sama lokasi dan atmosfer KKN.  Berhubung desa di Kalimantan Selatan kebanyakan berada dipinggir sungai otomatis harus siap-siap mandi, mencuci, dan buang hajat di sungai. Hal ini membuat sebagian kaum hawa menjerit histeris. Bagaimana tidak, Kita mandi, mencuci dann buang hajat di tempat dan air yang sama belum lagi tempat pemandian yang tidak ada privasi alias diatas batang dan tidak berdinding dan beratap apapun.  Bayangkan jika lagi asik-asiknya mandi terus pemuda-pemuda lewat, habis sudah rasa malu. Belum lagi jamban (WC yang terapung diatas air) yang biasanya menghadap langit luas tanpa atap. Namun bagi saya hal-hal tersebut tidak terlalu asing karena saya asli suku banjar dan waktu kecil pernah mandi di sungai.

Ternyata lokasi KKN kami di Kecamatan Astambul dan Simpang Empat Pengaron. Kebetulan saya dapat lokasi di Desa Batu Balian Simpang empat Pengaron sekitar 3 jam dari Banjarmasin. Menurut kabar disetiap rumah  msayarakat disana terdapat kuburuan dipekarangannya. Desa ini juga berada di kawasan jalan utama menuju pertambangan batubara jadi lumayan berdebu karena truk-truk pengangkut batubara sering hilir mudik. Ada juga lokasi sebagian teman saya yang lumayan terisolir karena mobil dan angkutan roda dua sulit masuk, harus  melewati jembatan gantung dan jalan setapak bahkan ada yang harus naik perahu. Sebenarnya lokasi-lokasi tersebut sangat menantang untuk berpetualang dan melakukan pengabdian masyarakat. Di Desa belum tentu ada sinyal provider HP apalagi jaringan internet. Ini dia yang dapat menghalangi hobi saya. :(

Satu kelompok KKN terdapa 10 mahasiswa dimana terdapat dari jurusan Kimia, Fisika, Biologi, Matematika, Ilmu Komputer, FISIP, dan Farmasi. Berhubung saya dari Farmasi maka masalah kesehatanlah yang menjadi pusat perhatian selama sebulan kedepan. Saya sudah tidak sabar untuk survey lapangan besok pagi. Tidak sabar melihat Desa yang akan saya tempati. Semoga dapat memberi manfaat dan berguna disana nanti. AMIN