Kamis, 12 Juli 2012

BOSAN sepi JENUH


Sudah beberapa hari ini aku punya teman namanya bosan, sepi, dan jenuh. Nasibku yang ditinggal mudik sama teman-teman, trus dikamar sendirian ga ada kerjaan, kuliah belum mulai, uang menipis dan ga bisa jalan-jalan. Hal ini terjadi lantaran harus bertahan di jatinangor karena jadwal masuk kuliah yang nanggung. Pagi-pagi kuputar musik dengan mode shuffle, membersihkan kamar, mandi, membersihkan kamar mandi, masak nasi, masak air, makan, minum susu, main twitter, nyetrika baju dan kegiatan random lainnya. Menjelang siang aku keluar kost nyari lauk buat makan sekalian ngisi pulsa. Balik ke kamar si bosan, sepi dan jenuh datang lagi.
Yup! Malamnya kadar bosanku sudah melewati ambang puncak. Taukah kamu aku udah dua kali ngepel lantai kamar, dua kali nyikat kamar mandi, dua kali mandi (ya eyalah), tiga kali makan, 5 kali ngulang album songs for you, truth for me James Morisson, 10 kali dengar Life for Rentnya Dido, 2 kali ngulang nonton film jumper, 4 kali sisiran rambut namun tetap juga si bosan sepi jenuh ga ngilang-ngilang juga. Terus iseng buka kontak hape dan tiba-tiba aja ilham buat nelpon datang J.
Korban malam ini ada ichuy, arifah, hayon, lekong, wenny, dan elis. Tebak! Si bosan sepi jenuh raib dengan sendirinya, memang yah semakin banyak teman hidup makin indah. Banyak cerita tentang mereka yang bikin kamu ngerasa lebih beruntung dan harusnya lebih bersyukur. Contohnya hayon teman SMAku yang kelulusan S1 nya harus tertunda gara-gara laptop hilang di masjid kampus dan ga punya back up datanya. Padahal dia udah maju seminar, terus udah ngambil data di salah satu perusahaan pertambangan di KalSel selama 2 bulan namun dosen pembimbing menyarankan untuk mengganti judulnya. Jadilah sekarang dia galau segalaunya, aku yang mendengar cuman bisa mendoa’akan semoga urusan dan masalahnya cepat selesai. Juga ada Ichuy teman seangkatan farmasi 2008 yang hatinya porak poranda lantaran setelah lulus S1 ga bisa langsung ngelanjutin profesi apoteker tahun ini. Kabarnya dia berencana melamar pekerjaan jadi dosen di sekolah D3 farmasi dan mengikuti seleksi CPNS. Good luck buat ichuy semoga cepat membenahi hati yang porak poranda. Bisa jadi kamu lagi menjalani rencana tuhan yang lebih indah. **ngomong emang lebih mudah daripada kamu yang menjalani chuy :)** but We don’t know whats up ahead chuy!
w/ ichuy

 Si Lekong teman KKN dari FISIP juga galau tentang skripsi tertunda lantaran dosen pembimbingnya kabur buat kuliah S3, terus pas mau ngeganti dospem ada kabar buruk bahwa program studinya belum terakreditasi oleh DIKTI. Alamat tambah galau si lekong, heran yah! Padahal itu program studi udah lama ada, terus universitasnya juga negeri kok. Sabar ya lekong.. terus semangat! Jangan main poker sama ngerokok terus. 
lekong saat ngajar SD waktu KKN

Juga ada kabar bahwa beberapa teman-teman seangkatan yang lagi penelitian di laboratorium banjarbaru ada yang terancam ga bisa wisudaan bareng lantaran dospem lagi sakit terus ga bisa konsul (tolong deh ya, emang ga ada kebijakan gitu dari fakultas ? dari dulu urusan yang kaya gini selalu dibuat ribet). Ada juga yang lantaran penelitan fitokimianya sungguh alot contohnya: noda senyawa yang belum turun-turun, eluen yang tidak bisa menarik noda, fraksi yang nodanya belum tunggal jadi mesti di KLTP lagi. What should I say? Kalian pasti capek dan frustasi banget, cuman bisa membantu do’a semoga kita bisa wisudaan bareng. Ngomong-ngomong wisuda kapan yah? (kapan sih jadwalnya fix). 

Kabar dari Yani yang besok mau seminar hasil penelitian setelah sebelumnya baru di ACC naskah H-1 oleh Dospem. You can make it yan! Whatever they ask you can answer with no doubt! Bagi teman-teman yang udah seminar hasil lainnya semangat buat ngerevisi dan persiapan sidang komprenya! Wenny, Elisa, Nurul, dan Rona yang sekarang masih berjuang belajar buat tes masuk profesi apoteker di ITB. Terus ada Izai yang lagi berjuang di jogja buat tes masuk doubledegree (DD) UGM. Good luck! Buktikan bahwa FARMASI UNLAM yang penuh keterbatasan juga bisa berkompetisi! Kalo Arifah teman  duet suara cempreng waktu SMA yang sekarang udah bekerja hobinya masih sama yaitu download dan nonton drama korea. Ray teman SMA anak IPS yang kabarnya mau nikahan di bulan September mendatang semoga rencananya lancar. Ada juga Yanti, Mve, Yodi, Wante dan Jefri yang tadi ga ngangkat telpon mungkin lantaran sibuk, ntar kapan-kapan ku telpon lagi deh.

 Tahun ini memang tahunnya KITA kawan! Tahunnya kita diberi banyak cobaan dan tantangan agar kita bisa naik tingkat derajatnya sebagai manusia.

Jumat, 22 Juni 2012

West Java, Here I come!!!


Segala pernak pernik tes udah disiapin, mental tes udah siap, mental gagal lulus tes udah siap, ekspresi kebahagian juga udah siap. Here I go!!! 11 Juni 2011 Senin pagi pukul 08.00 berangkat dari rumah menuju bandara. Setelah pelenga-pelongo kece di bandara syamsudinnoor, teman jenius aku si dije datang diantar kedua orangtuanya. Miris kalau ingat nasib sendiri yang ke bandara cuman diantar acil supir terus abah juga masih opname di RS dan waktu itu mama masih kecapean pulang  ngejagain  abah, untung waktu berangkat sempat bisa say goodbye lewat telpon J.  Tak berselang lama yang lain juga udah datang yipppeee! pukul 10.45 take off menuju Jakarta dari Banjarmasin. Alhamdulillah sampai dengan selamat di bandara soekarno-hatta walaupun sempat ngerasain turbulensi dan telinga pekik.

Perjalanan menuju bandung ditempuh dengan mobil travel. Ongkosnya lumayan ringan (650rb dibagi 8 orang) terus yang nyetir juga mas-mas ganteng jadi mata aku segerr terus deh hehehehe… Emang tidak butuh waktu lama dari Jakarta ke bandung berkat jalan tol, sampai di pintu keluar tol pasteur masih bingung sama alamat penginapan yang baru, mas yang nyetir juga nggak terlalu hapal jalanan bandung alhasil setelah tanya sini tanya sana, buka google map, liat GPS, plus kesotoy-an tingkat dewa akhirnya kami sampai di penginapan yang ternyata itu adalah kost-kostan. Kostannya tidak jauh dari jalan raya, cuman jalan kaki sekitar 100 m ke luar gang hihii..

Besok paginya karena kecapean teman-teman ga ada yang mau jalan-jalan. Alhasil aku berhasil membujuk wenny dan yanti untuk sedikit berkeliling bandung khhihi.. Rabu pagi kita semua sepakat buat  test track angkot ke kampus UNPAD dipatiukur, ternyata ga sampai 30 menit dari pasirkaliki depan RSHS asalkan ga macet. Pulangnya mampir ke PVJ, karena angkot cicaheum-ciroyom tidak lewat PVJ maka atas saran supir angkot kami memutuskan jalan kaki, dan ternyata oh ternyta itu jalanan naikkan 600 m. tarrraa!!! PVJ masih tutup, crap! Celingak-celinguk sampai akhirnya buka. Harga pakaian disini mahalnya selangit! Gilak!! kalau ga sanggup nahan air liur netes lebih baik ga usah masuk ke tokonya. Cukup lelah seharian berkeliling dan menghamburkan uang kami kembali ke kost.

Kamis dan Jumat kami habiskan untuk belajar persiapan tes. Hari H pun datang, pagi-pagi sekali mandi walaupun airnya kayak es dan siap-siap pergi ke UNPAD. Disana udah banyak orang, dari aceh, Makassar, kaltim, cimahi, Jakarta, dll. Tes sesi pertama tes TPA yang soalnya sejibun dan memusingkan sekali dimana ada menghitung, memutar gambar, menebak gambar, membaca, logika. Tes sesi kedua tes kemampuan berbahasa inggris dimana soal listeningnya itu berpadu dengan volume tape yang storring. Lanjut sesi ketiga yaitu tes wawancara, saat itu aku di wawancara sama ketua Program Studi Apoteker Bapak Sohadi. Beliau banyak bercerita tentang farmasi di UNPAD dan bertanya tentang perkembangan kurikulum S1 Farmasi di UNLAM. Dari jam 8 pagi sampai jam 6 sore buat tes, rasanya badan udah bau dan dekil banget!
Sambil menunggu pengumuman di tanggal 21 Juni 2012, kami merencanakan keliling bandung dengn angkot. Dan akhirnya kami berhasil ke lembang untuk melihat, memetik stowberry dengan ongkos 6rb, sayang kami tidak melanjutkan ke gunung tangkuban perahu karena pengen ke Pasar Baru di jalan otto iskandar dan lagi-lagi naik angkot khehe… malamnya ke PVJ lagi nemenin ichuy yang mau beli jaket kulit. Besoknya ke Dago, keluar masuk FO tanpa tujuan yang jelas mau beli apa terus ke Jalan Braga yang konon tempat sewa dan jual tanah termahal di Bandung. Ke ITB buat ngasih formulir pendaftaran Apoteker. Ke Stasiun kereta bandung ngecek tiket ke Jogja.

Dan… Jeng Jeng Jeng!!!! Hari pengumuman..
Pagi jam 10 nelpon pihak UNPAD, katanya datanya belum diinput. Setiap 5 menit sekali ngerefresh situs pengumumuan. Perasaan udah random banget; penasaran, takut, excited, anxious! Dan tiba-tiba di timeline pihak unpad ngetweet “ Hasil Ujian Pascasarjana dan Profesi sudah dapat dilihat ……” Perasaan aku makin tak terdefinisi.. dan hasilnya LULUS!!! Alhamdullilah, akhirnya dapat melanjutkan kuliah profesi Apoteker di Universitas Padjajaran setelah 4 tahun kuliah S1 farmasi.. J Terima kasih abah dan mama yang tetap selalu mendukung walaupun seringkali aku mengecewakan mu!



Kamis, 19 Januari 2012

Jalan Raya

Permainan semakin sengit sejak bapak berambut putih berkacamata bingkai hitam tebal kembali  melemparkan kartunya. Belasan kali gadis berhidung pesek mengernyitkan dahi dan mengigit bibir bawah sambil mengetuk kartu-kartu di tangannya, belasan kali juga ia harus mengocok ulang kartu itu. Dua lelaki yang lebih tua 15 tahun diatasnya  memandang penuh ejekan sambil menaikkan kedua alis dan hidung yang kembang kempis disertai tawa yang tak kunjung lirih. Sontak membuat si gadis menjerit histeris, "aaaakh, kenapa kau tahan balak kosong cucumu!". "Santailah nak maria, kalah itu biasa. Kau kan sedang bermain kartu bukan berlomba" sahut Pak Gus sambil membenarkan rambut gadis yang berwarna pirang khas tersengat matahari. Inilah alasannya mengapa setelah adzan magrib tadi Maria menyembunyikan jepit biru skyway kepunyaan kakeknya. Ia begitu dongkolnya jika melihat kakeknya selalu mengalahkannya dalam setiap permainan, padahal ia pun tak bisa tidur jika tidak mendengar cerita nabi khaidir mengarungi lautan dari kakeknya. Pernah suatu saat gadis ini menginap di rumah paman Farikh yang tak jauh dari rumahnya, dan alhasil hingga qomat  subuh berkumandang ia belum dapat memejamkan matanya.

"Troooooootttt!!!!!!!!" Sesekali ingatan kenangan kakek buyar tersaingi nyaringnya klakson truck yang membawa kontainer. Dan ingatan tentang manisnya masa kecilpun hilang terganti dengan membosankannya kehidupan yang semakin menua. Mengingat umurku hampir 27 tahun aku pun mengurungkan niat meneriaki sopir truck tersebut. Semakin kupacu gas semakin sayup suara orang-orang sok dewasa yang sering ku dengar saat kuliah. Sekumpulan orang yang sering berkata "kamu kenapa? ada masalah" padahal sebelumnya pun baru saja mengosipkan seseorang atau yang sering berbagi cerita betapa indahnya hidupnya dengan hobi barunya yang selalu berganti-ganti hobi. Kadang aku merasa lega karena aku tidak sempat memiliki hubungan yang dalam dengan orang-orang itu. 

Jalanan mulai ramai, sudah sampai di tengah kota rupanya. Terlihat peluh penjual kaki lima bercucuran namun masih sibuk menjajakan sepatu dan terlihat mobil yang berdesak-desakan parkir dipinggir kompleks pertokoan. Puluhan suara klakson kendaraan sibuk riuh memasuki saluran eustachea, segera ku tutup kaca mobil sebelum muncul bayangan tragedi. Namun, dari arah selatan sepasang kekasih dimabuk cinta mengendarai motor L2 super  melewati perempatan dan blashht menabrak roda depan sepeda unta. Gadis yang dibonceng pak tua terpental jauh. Darah dari telinga pak tua mengalir semakin deras hingga aspal memerah. Klakson riuh dari segala arah. Kedua anak muda itu menabrak trotoar dan tercium aroma alkohol dari mulut mereka. "Kampret! Gila! Sinting! Kenapa tidak mereka saja yang bercucuran darah!" geramku mengengam kacamata hitam kakek. Merah darah semakin nyata di aspal. Penglihatanku kabur. Tubuhku lemas. Aku terbangun di ruangan asing dengan dinding berwarna hijau muda bunga bunga. Aku tersenyum, kakek disebelahku. Dia sudah bersih tidak ada lagi darahnya. Kucium pipinya. Kupasangkan kembali kacamata kesayangannya. Kupegang tangannya yang lebih dingin dari biasanya. Disebelah kami ada pasangan kekasih tadi. Mereka tersenyum. Akupun tersenyum. Mereka diperban oleh suster. Sejenak aku menyesal apa yang telah kukatakan pada mereka. Seseorang mengatakan padaku kamu harus kuat dan mengajakku pulang bersama kakek. Ini pertama kalinya aku naik mobil, akupun duduk didepan. Kakek sepanjang jalan masih tidur, padahal aku ingin menunjukkan berang-berang diparit dekat sawah. Kami sampai dirumah, Paman Farikh dan tetangga lainnya mengangkat kakek masuk kerumah. Paman Farikh menangis memelukku. 2 tahun kemudian aku baru sadar saat itu kakek sudah meninggal.  

P. Farikh missed call. Nada dering menyadarkan ku, tinggal 1 jam lagi sampai di tujuanku. "1 Jam lagi sampai di makam... jangan lupa bawa yassin" sending text.

"Saat kau di jalan raya bukan tidak mungkin akan membangkitkan kenangan lamamu dan  ia jua lah pengobat paling mujarab saat kau ingin melupakan sesuatu"

Senin, 27 Juni 2011

KKN dan KKN

Hei blog,

Sdh selesai UAS dari hari rabu 22 Juni kemarin, disusul pembekalan KKN (Kuliah Kerja Nyata) 2 hari berikutnya. Walaupun pembekalan KKN sedikit membosankan namun asik juga ketemu dengan satu angkatan 2008 MIPA ditambah anak FISIP. Sebenarnya dari bulan kemarin sudah penasaran sama lokasi dan atmosfer KKN.  Berhubung desa di Kalimantan Selatan kebanyakan berada dipinggir sungai otomatis harus siap-siap mandi, mencuci, dan buang hajat di sungai. Hal ini membuat sebagian kaum hawa menjerit histeris. Bagaimana tidak, Kita mandi, mencuci dann buang hajat di tempat dan air yang sama belum lagi tempat pemandian yang tidak ada privasi alias diatas batang dan tidak berdinding dan beratap apapun.  Bayangkan jika lagi asik-asiknya mandi terus pemuda-pemuda lewat, habis sudah rasa malu. Belum lagi jamban (WC yang terapung diatas air) yang biasanya menghadap langit luas tanpa atap. Namun bagi saya hal-hal tersebut tidak terlalu asing karena saya asli suku banjar dan waktu kecil pernah mandi di sungai.

Ternyata lokasi KKN kami di Kecamatan Astambul dan Simpang Empat Pengaron. Kebetulan saya dapat lokasi di Desa Batu Balian Simpang empat Pengaron sekitar 3 jam dari Banjarmasin. Menurut kabar disetiap rumah  msayarakat disana terdapat kuburuan dipekarangannya. Desa ini juga berada di kawasan jalan utama menuju pertambangan batubara jadi lumayan berdebu karena truk-truk pengangkut batubara sering hilir mudik. Ada juga lokasi sebagian teman saya yang lumayan terisolir karena mobil dan angkutan roda dua sulit masuk, harus  melewati jembatan gantung dan jalan setapak bahkan ada yang harus naik perahu. Sebenarnya lokasi-lokasi tersebut sangat menantang untuk berpetualang dan melakukan pengabdian masyarakat. Di Desa belum tentu ada sinyal provider HP apalagi jaringan internet. Ini dia yang dapat menghalangi hobi saya. :(

Satu kelompok KKN terdapa 10 mahasiswa dimana terdapat dari jurusan Kimia, Fisika, Biologi, Matematika, Ilmu Komputer, FISIP, dan Farmasi. Berhubung saya dari Farmasi maka masalah kesehatanlah yang menjadi pusat perhatian selama sebulan kedepan. Saya sudah tidak sabar untuk survey lapangan besok pagi. Tidak sabar melihat Desa yang akan saya tempati. Semoga dapat memberi manfaat dan berguna disana nanti. AMIN

Selasa, 14 Juni 2011

UAS, tolong bersahabat dengan ku

Berawal dari dua hari yang lalu UAS berani mengisi hari-hariku. Diawali dengan farmakokinetika, lanjut Patologi, dan besok Farmasi Klinik. Setelah otak dimuati dengan rumus hitungan-hitungan di hari pertama dan jungkar balik 3 hari membolak balik buku, walhasil soal tersebut masih sulit dibilang dijawab dengan benar. Bagaikan 3 hari perjuangan dibalas dengan tuba. hari kedua lumayan walaupun sebagian soal ada sedikit keraguan dan sempat terjadi tarik menarik lembar jawaban dengan pengawas hhaaha..

Malam ini, aku dan UAS mencoba berdamai dengan mengajaknya jalan-jalan ke blog ini. 
"Baiklah kita mulai UAS"  melirik slide didepan mata. 
Therapeutic Drug Monitoring
Pelayanan Informasi Obat
Medication Error
"Cukup 3 bahasan aja anak muda" tanggap si slide dengan suara yang membisik. 

Bahasan Pertama, "hoaammm"
Therapeutic Drug Monitoring (TDM) atau yang disebut dengan Monitoring Terapi Obat ialah terapan praktik yang dapat membantu praktisi kesehatan khususnya dokter dan apoteker untuk memberikan terapi obat yang aman dan efektif pada pasien yang memerlukan sehingga terhindar dari toksisitas. Ada satu hal yang perlu ditekankan setiap individu perlu takaran dosis yang berbeda karena perbedaan kondisi fisiologis yang mempengaruhi konsentrasi obat dalam plasma diantaranya volume darah, perbedaan kecepatan absorbsi, dll. Sehingga pengetahuan tentang konsentrasi obat dalam plasma sangat penting jika tidak tercapai terapi yang efesien pada pemberian dosis individu. 
Tidak semua obat memerlukan TDM. Seperti:
1. obat-obat dengan end point yang mudah untuk dimonitoring, misalnya : blood preasure, heart rate, cardiac rhythm, blood sugar, urine volume, body temperature, dll.
2. Obat-obat dengan komplikasi farmakokinetik sedikit
3. Obat-obat yang konsentrasi plasmanya tidak memiliki hubungan dengan terapeutik atau efek toksisnya.
4. Obat-obat yang hanya mengurangi gejala (less complicated) bukan menyembuhkan (threatening disease)

hoaaaahh ngantukkkkkk
maaf slide, aku tak sanggup menemani kamu jalan-jalan di blog ini .. :(